Punthuk Sukmojoyo, Spot Sunrise yang Bersejarah

April 26th, 2017 | by Sulis Tri
Punthuk Sukmojoyo, Spot Sunrise yang Bersejarah
Activities
0

Seperti yang kita ketahui, berburu sunrise merupakan aktivitas yang menyenangkan dan selalu nagih untuk dinikmati keindahannya. Makanya banyak sekali spot-spot wisata yang menawarkan keindahan sunrise dengan keunikannya masing-masing.

Bagi kalian sunrise-lovers, naman Punthuk Sukmojoyo tentunya sudah tidak asing lagi dong?

Ya! Punthuk Sukmojoyo adalah sebuah bukit yang berlokasi di Pegunungan Menoreh dengan ketinggian kurang lebih 400-450 mdpl, lokasi ini terletak di Dusun Krinjing, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

26 April 2017 - wordpress #2

Rute untuk sampai ke tempat ini memang sedikit agak membingungkan, eist! tapi jangan buru-buru bingung dulu! kalimat “sedikit agak membingungkan” bisa kita ganti dengan “mengasyikkan” hehe..

Jadi, dari Candi Borobudur dimulai dengan menyusuri jalan beraspal yang berada di samping Hotel Manohara. Ikuti jalan beraspal tersebut sampai menemukan perempatan sebelum SDN Tuksongo I, ambil jalan ke kanan menuju perempatan Gunden. Dari perempatan Gunden pilihlah jalan ke arah kiri menuju ke Balai Desa Giritengah. Papan petunjuk arah menuju ke Punthuk Sukmojoyo sudah ditemukan di sekitar Balai Desa Giritengah.

Tiket masuk untuk ketempat yang memiliki keindahan sunrise dan sunset ini pengunjung hanya dipungut biaya 5. 000,- saja. sangat murah bukan?

dan mengapa Punthuk Sukmojoyo dikenal sebagai tempat bersejarah bersejarah?

Punthuk Sukmojoyo, diambil dari nama salah satu pemuka agama di daerah Magelang, ialah Gus Galih Sukmojoyo yang masih merupakan keturunan Kyai Muhammad Soleh yang merupakan guru besar Pangeran Diponegoro. Sebelumnya makam Kyai Muhammad Soleh tidak ada di bukit ini, namun masih di daerah Borobudur dan dipindahkan oleh Gus Galih Sukmojoyo ke bukit atau punthuk ini. Gus Galih diminta langsung oleh leluhurnya lewat mimpi untuk memindahkan makamnya ke sebuah bukit. Dipindahkanlah makam Kyai Muhammad Soleh ke bukit ini, yang kemudian diberi nama punhtuk atau bukit ini menjadi Sukmojoyo.

26 April 2017 - wordpress #3

Sukmojoyo sendiri berasal dari kirotoboso Sukmo atau sukma yang berarti jiwa, sedangkan Joyo berarti jaya. Jadi Selain menikmati keindahan alamnya, kalian juga bisa berziarah di tempat ini.
Ditempat ini juga Pangeran Diponegoro dan pasukannya mengintai pasukan Belanda yang berada di Pos Mati yang terletak dibawahnya. Dan jika pasukan Belanda berhasil naik ke bukit atau punthuk Sukmojoyo maka Pangeran Diponegoro akan naik ke Punthuk Mongkrong pangruating bumi yang berada lebih tinggi dari Sukmojoyo.

Spot yang menjadi ciri khas di Punthuk Sukmojoyo ini adalah rumah pohonnya yang menjadi spot utama untuk ber-selfie. Ada juga beberapa gubuk yang terbuat dari bambu yang beratapkan jerami yang bisa digunakan untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan. Dan masih ada beberapa spot yang di buat warga sebagai pelengkap keindahan di punthuk ini yang dijadikan spot untuk berfoto.

Sebenarnya gak cuma bagus untuk menikmati sunrise saja di Punthuk Sukmojo ini. Disini juga menawarkan keindahan sunset yang sangat memikat.

Jadi, siapa aja nih yang punya rencana mau habisin waktu weekendnya kesini? hehe..

26 April 2017 - wordpress #4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *