Bambu Seribu Wulung

April 14th, 2017 | by Sulis Tri
Bambu Seribu Wulung
Activities
0

Salah satu produk kerajinan kreatif yang menarik, serta diminati wisatawan sebagai oleh-oleh adalah produksi kerajinan dari bambu. Seperti di artikel sebelumnya dimana bambu-bambu carangan diolah sedemikian rupa untuk menjadi sebuah kerajinan yang mempunyai nilai jual seperti dibuat ballpoint, kalung, gelang, kerai dan lain-lain.

14 April 2017 #2

Tapi ditangan Pak Mursidi (pengrajin Bambu Wulung ), limbah bambu dibuat berbeda dengan kerajinan dari bambu yang lainnya, yaitu dengan membuat bambu menjadi sebuah lukisan yang menarik sebagai hiasan di dinding rumah. Kerajinan menarik ini berada di rumah produksi dan Galeri Seribu Wulung. Yang berada di sebelah selatan Candi Borobudur tepatnya di Dusun Gedongan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pak Mursidi memproduksi kerajinan bambu wulung ini dibantu oleh adiknya. Bambu-bambu yang sudah dikumpulkan dipotong pendek sesuai dengan ukuran, kemudian bambu-bambu tersebut dibersihkan satu persatu dan diolesi minyak bambu agar terlihat alami dan mengkilat. Setelah semua bambu sudah di olesi minyak bambu, kemudian bambu-bambu tersebut dikeringkan di bawah sinar matahari.

14 April 2017 #6

Setelah semua bambu benar-benar kering, adik Pak Mursidi bersiap mengukir bambu tersebut dengan motif yang indah seperti motif wayang, pemandangan candi Borobudur, penari dan lain-lain, atau sesuai dengan pesanan pelanggan. Semua pola warna, pola gambar ataupun desainnya itu dibuat sendiri dan berbeda-beda agar banyak yang meminatinya.

Setelah bambu selesai diukir kemudian ada beberapa tempat yang harus diolesi warna yang sesuai supaya kelihatan lebih menarik. Ketika bambu-bambu sudah selesai diukir dan diwarnai, bambu tersebut dibelah kecil-kecil sekitar 2-3 cm agar lebih mudah ditempel di dinding nantinya. Setelah satu lingkaran habis dibelah semuanya, kemudian dirangkai menggunakan tali khusus agar bisa menyatu dan mudah untuk dipajang.

14 April 2017 #10

”Kami bikin ini awalnya dari temen ke temen yang kemudian saya kembangkan sendiri dengan memperbanyak pola gambar yang akan dibuat lukisan di bambu”, kata Pak Mursidi. Untuk pemasarannya sendiri sudah sampai ke beberapa kota di Indonesia seperti di Jogja, Jakarta, Purwakarta, Temanggung, Pacitan, dan Tegal.

Memang pemasarannya belum sampai ke mancanegara, tapi ternyata tidak hanya warga lokal yang meminati kerajinan ini. Belum lama ini ada turis dari Perancis yang datang belajar membuat kerajinan ini dengan membuat pola sendiri dan diukir sendiri, setelah jadi kerajinan yang dibuat olehnya dibeli dan dibawa pulang ke negaranya.

Teman-teman juga bisa mengunjungi channel youtube Go Borobudur, karena informasi tentang artikel ini juga dikemas dalam bentuk video.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *