Pawon Luwak Coffee, Sensasi Ngopi Yang “BEDA” Dari Tempat Lain

April 12th, 2017 | by Sulis Tri
Pawon Luwak Coffee, Sensasi Ngopi Yang “BEDA” Dari Tempat Lain
Activities
0

Bagi coffee-lovers kopi luwak tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, apalagi mancanegara. Karena kopi luwak memiliki cita rasa yang berbeda, dimana kopi ini adalah hasil fermentasi dari feses luwak yang konon memiliki manfaat kesehatan bagi manusia.

Luwak merupakan hewan karnivora termasuk dalam suku musang yang banyak dijumpai di Indonesia. Luwak mempunyai kebiasaan membuang fesesnya di tempat-tempat yang sering dilewatinya. Salah satu biji-bijian yang kerap dimakan luwak adalah buah kopi. Uniknya, luwak hanya memilih buah kopi yang berkualitas prima untuk dimakan.

Maka dari itu kopi luwak mempunyai harga yang sangat tinggi dibanding kopi-kopi yang lainnya karena biji-bijinya berkualitas. Buah tersebut mengalami fermentasi dalam saluran pencernaannya. Kulitnya habis dicerna sedangkan bijinya tetap utuh dan dikeluarkan bersama feses. Nah, dari feses luwak inilah kopi terbaik dan berkualitas dihasilkan.

Bagaimana?

Teman-teman berminat untuk mencicipi atau malah merasa jijik dengan kopi luwak ini karena dari feses?

Untuk teman-teman yang berencana berwisata ke Candi Borobudur, silahkan mampir di Pawon Luwak Coffee, yakni di sebelah Candi Pawon di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Sangat dekat dengan Candi Borobudur, hanya butuh waktu 2-3 menit saja untuk sampai ke lokasi.
Jadi, pas banget buat teman-teman yang habis dari Candi Borobudur, bisa langsung berkunjung ke Pawon Luwak Coffee sambil istirahat dan menikmati kopi luwak.

Disini akan disajikan sensasi minum kopi yang berbeda, karena di sini teman-teman bisa menikmati kopi berdampingan dengan luwak-luwak di tengah kebun kopi mini. Ditambah lagi pengunjung mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat, karena ketika teman-teman berkunjung di Pawon Luwak Coffee, akan disambut hangat oleh karyawan dari Pawon Luwak Coffee yang akan memberikan informasi & tour singkat tentang kopi luwak, dari biji yang masih bercampur feses dari luwak, sampai menjadi kopi yang nikmat untuk diminum.

Menarik bukan?

Bapak Prana Aji adalah seorang penggagas Pawon Luwak Coffee ini, beliau menata warung kopi miliknya dengan bangunan kayu ala masyarakat desa. Deretan kursi kayu ada di teras dan ruang tamu, namun jika ingin merasakan sensasi berbeda maka pilihnya meja di kebun belakang rumah. Disini ada dua pilihan kopi yang disajikan bagi pengunjung Pawon Luwak Coffee yakni kopi robusta dan kopi arabika.

Semuanya merupakan kopi hasil fermentasi luwak. Selain produksi sendiri, Prana Aji juga menjalin kerja sama dengan para petani untuk memasok kopi hasil fermentasi luwak. Kopi dibuat secara manual sehingga memiliki cita rasa unik dan higienis.

Proses untuk membuat satu gelas kopi ini membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 2 minggu. Mulai dari mengumpulkan biji kopi yang telah dimakan luwak, dibersihkan lalu dijemur selama satu minggu. Barulah setelah biji kopi benar-benar sudah kering biji kopi ditumbuk dan dikuliti. Tidak cukup sampai disitu saja, biji kopi masih perlu digrinder hingga halus dan lembut.

Semakin penasaran kan?

Jadi jangan sampai lupa, saat berkunjung ke Candi Borobudur, harus mampir ke Pawon Luwak Coffee ya! ;)

Comments are closed.