Karangrejo Jadi Desa Percontohan “Revolusi Mental Pariwisata” di Borobudur

November 13th, 2016 | by Ida
Karangrejo Jadi Desa Percontohan “Revolusi Mental Pariwisata” di Borobudur
Activities
0

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atiqoh Ganjar Pranowo mendorong revolusi mental pelaku pariwisata dan masyarakat sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Revolusi mental yang dimaksud terkait komitmen dalam menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan lingkungan.

“Revolusi mental menyangkut kebersihan itu supaya wisatawan menjadi lebih nyaman dan lama tinggal di Borobudur. Bisa melalui gerakan kebersihan mengelola bank sampah dan lainnya,” ujar Atiqoh, Rabu (9/11/2016).

Istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu menuturkan revolusi mental adalah pembentukan karakter yang dimulai dari keluarga, masyarakat dan negara. Hal tersebut ini tidak bisa tercapai kalau hanya diserahkan pada pemerintah saja, sehingga harus melibatkan masyarakat.

“Lebih khusus generasi muda (pelajar). Sehingga ke depan, kebersihan akan menjadi budaya. Dan menggerakkan revolusi mental itu, butuh kontinuitas, contoh tindakan dan sebagainya,” ungkapnya.

Sebagai percontohan, Atiqoh memilih Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang sebagai desa gerakan revolusi mental pariwisata di Jawa Tengah. Di desa tersebut sudah digerakkan bank sampah yang terus berkembang.

Di sisi lain, Desa Karangrejo juga memili potensi wisata yang tidak kalah menarik dan sudah populer, seperti wisata sunrise Punthuk Setumbu, Bukit Parede, Bukit Rhema dan Gereja Ayam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Edy Susanto menyebutkan dari 33 desa wisata di Kabupaten Magelang, 12 desa di antaranya ada di Kecamatan Borobudur. Dengan program tersebut diharapkan wisatawan datang melihat Borobudur dengan cara yang berbeda dengan mengembangkan keberadaan desa wisata.

Edy memaparkan sejauh ini tingkat kunjungan wisata di Desa Karangrejo mengalami peningkatan. Pada 2015 jumlah kunjungan di Punthuk Setumbu untuk wisatawan asing ada 9.400 orang, turis domestik 12.710 orang.

Kemudian tahun 2016 hingga bulan September jumlah wisatawan asing mencapai 19.520 orang dan wisatawan domestik sebanyak 50.130 orang. Untuk data jumlah pengunjung di Bukit Barede hingga bulan Oktober 2016 jumlah wisatawan sebanyak 5.754 orang.

Sedangkan pengunjung di Bukit Rhema hingga bulan Juni 2016 untuk turis asing 209 dan turis domestik ada 41.266 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo memaparkan Desa Karangrejo dipilih sebagai desa percontohan karena berada di sekitar Candi Borobudur yang termasuk destinasi wisata nasional.

“Satu hal yang pasti, karena terjadinya lonjakan jumlah kunjungan wisata baik wisman maupun lokal di desa itu sangat signifikan,” katanya.

Bahkan di Jawa Tengah, lanjut Prasetyo, kunjungan wisman juga naik. Dari target 425.000 orang sudah tercapai 435.000 orang.

Dia berharap sampai akhir tahun 2016 bisa mencapai 500.000 orang. “Sedangkan untuk wisatawan lokal hingga Oktober 2016 sudah mencapai 27 juta dari target 23 juta orang,” tambah Prasetyo.

Comments are closed.