Bikers Wayang Padati Borobudur

August 2nd, 2016 | by Ida
Bikers Wayang Padati Borobudur
Events
0

Ada yang berbeda pada pawai para pecinta motor besar Harley Davidson kemarin (31/7). Tak ada lagi kesan garang pada sosok mereka yang identik dengan pakaian setelah hitam. Sebaliknya, kesan yang muncul pada pawai dari Lapangan Pondok Tingal menuju kawasan Candi Borobudur justru unik. Apik dan membudaya. Itu lantaran para penunggang motor gede megnenakan kostum wayang orang.

Sesuai temanya, arak-arakan itu merupakan penghujung acara ulang tahun Harley Davidson Club Indonesia Kedu bertajuk “Borobudur Bike Week Bikers And Culture”. Arak-arakan berjalan dengan kecepatan rendah. Beriringan di sepanjang jalan sejauh 1 kilometer. Diikuti sekitar 40 bikers. “Ini baru pertama diadakan di Indonesia. Kami bertekat

mencatatkan ke Museum Rekor MURI, pawai Harley Davidson mengenakan pakaian kesenian wayang orang,” kata Ketua Panitia Umar Chusaini kemarin (31/7).

Ketua Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Nanan Sukarna turut hadir pada acara tersebut. Demikian pula ribuan penggemar motor Harley Davidson dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Nanan mengapresiasi penggemar Harley di Magelang. Karena mengusung konsep acara secara unik dan menarik. “Ini menggambarkan, jika selama ini para bikers motor besar dianggap negatif, sebenarnya itu tidak benar,” ujar pensiunan jenderal polisi dengan bintang tiga itu.

Nanan menegaskan bahwa dalam setiap kegiatan motor gede selalu dikedepankan misi positif. Seperti kali ini. Para bikers berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 263,85 juta untuk membantu korban bencana longsor di Purwerojo.

Bekas Wakapolri itu menekankan tiga hal yang harus selalu diangkat oleh para bikers. Diantaranya, para bikers tidak boleh eksklusif, melainkan inklusif, yakni menjaga kebersamaan sesama klub. Yang kedua bersifat horisontal, tidak vertikal. Artinya, tidak memandang pangkat dan jabatan. Semua sejajar. Selanjutnya, para bikers dilarang individual. Tapi harus berjiwa sosial dan memperhatikan nilai-nilai budaya.

“Selain asyik di klub, kita juga harus bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Nanan kepada para bikers.

Lebih dari itu, Nanan mengatakan, saat ini klub-klub motor besar di Indonesia sepakat mendukung program pemerintah. Yakni, tourism, program ekonomi kreatif, dan keselamatan lalu lintas di jalan. Juga peningkatan pajak kendaraan bermotor.

“Semua penggemar motor besar harus taat membayar pajak motornya,” pintanya.
sumber: radar jogja

Comments are closed.