Ketika Uang Menjadi Penghalang Untuk Traveling Ke Tempat Impian

June 2nd, 2016 | by Ida
Ketika Uang Menjadi Penghalang Untuk Traveling Ke Tempat Impian
Travel
0

Apapun tujuannya menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup atau sekedar untuk menyeimbangkan pikiran traveling adalah sesuatu yang disukai banyak orang.

Masalahnya, tidak semua orang punya nasib beruntung yang memungkinkannya untuk traveling kapanpun dan kemanapun ia mau. Karna biar bagaimanapun, traveling membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kita butuh uang untuk membeli tiket pesawat/kereta, biaya penginapan, sewa pemandu atau porter dan sebagainya.

Dan sebagai manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat, kebutuhan kita tentu tidak hanya traveling saja. Ada banyak kebutuhan lain yang harus kita penuhi yang hampir semuanya membutuhkan uang. Inilah yang membuat kita kadang harus mengubur impian untuk pergi ke suatu tempat yang kita impikan. Atau setidaknya, harus menunggu sampai waktunya memungkinkan.

Jika uang benar-benar menjadi masalah utama yang menghambat kita untuk traveling, kita sebenarnya bisa mengakalinya dengan beberapa trik. Satu hal yang harus kita lakukan sebagai anak muda yang sedang tumbuh dewasa adalah mengubah mindset bahwa traveling hanyalah pemborosan. Alih-alih menganggapnya sebagai pemborosan, kita harus menganggap traveling sebagai bagian dari investasi kita untuk masa depan.

Beberapa trik berikut ini mungkin bisa kamu coba jika uang benar-benar menjadi penghalang utamamu untuk traveling.

 

Anggap saja sebagai investasi

Menurutmu, jika ada seseorang yang rutin jogging setiap pagi sebelum berangkat bekerja, apa motivasi mereka? Kemungkinan pertama, dia adalah seorang atlit.

Kemungkinan kedua, ia adalah seseorang yang ingin menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar. Orang jenis kedua ini rela bangun lebih pagi dan berolahraga karna ingin menginvestasikan waktunya untuk kesehatan. Kesehatan itu harganya mahal.

Demikian pula dengan traveling, meski kita mengeluarkan cukup banyak uang untuk melakukannya, kita bisa menganggapnya sebagai bagian dari cara kita untuk berinvestasi pada masa depan. Return yang akan kita dapatkan memang bukan dalam bentuk uang atau materi lain. Tapi, pengalaman yang telah kita dapatkan di masa muda akan jauh lebih berharga di hari tua ketimbang sekedar materi. Lagipula, traveling itu sebenarnya punya banyak manfaat untuk diri kita sendiri.

 

Tak perlu menghabiskan uang untuk sesuatu yang kurang penting

Salah satu kelamahan kita yang hidup di era internet yang serba update adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan diri dalam mengeluarkan uang. Begitu banyak godaan di sekeliling kita. Apalagi teknologi bergerak cepat bagaikan roket.

Kita ambil contoh sederhana saja. Misalnya bulan depan akan ada tiga film yang akan dirilis di bioskop. Dan kebetulan ketiga film tersebut adalah sekuel dari film yang sangat kita sukai. Dalam hati, kita pasti ingin menonton tiga-tiganya. Tapi apa daya, semua film tersebut ternyata dirilis minggu ketiga bulan berjalan sehingga uang yang ada di dompet tak mampu untuk membeli tiga tiket sekaligus. Mau ngambil tabungan di ATM? Tunggu dulu.

Ingat, kita sedang dalam rangka mempersiapkan liburan ke tempat yang kita impikan. Jadi, bijaklah dalam mengatur pengeluaran. Termasuk dalam urusan menonton film

Jadikan sebagai bonus atas kerja keras

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mempercepat impian kita mengunjungi tempat yang kita impikan adalah menjadikannya sebagai bonus atas kerja keras yang telah kita lakukan. Hal ini akan memberi kita motivasi dalam bekerja atau tugas apapun.

Ketika kita menjadikan tempat yang kita tuju sebagai bonus atas kerja keras yang kita lakukan, pasti akan ada semacam dorongan yang membuat kita ingin segera menyelesaikannya. Ketika sedang skripsi, misalnya. Anggap saja tempat yang kita impikan itu sebagai bonus karna kita telah menyelesaikan tugas terakhir sebagai mahasiswa: skripsi

 

Fokus pada destinasi impian dan anggap itu sebagai pencapaian

Salah satu hal yang membuat kita gagal pergi ke tempat impian adalah terlalu seringnya kita traveling ke tempat yang sebenarnya bukan merupakan impian kita. Entah karna diajak teman atau karna penasaran.

Mau tidak mau, kita tetap harus mengeluarkan uang ketika traveling, meskipun tempat itu tidak terlalu jauh. Meski mungkin nominal yang kita keluarkan tidak terlalu banyak, tetap saja hal itu akan berpengaruh pada kondisi keuangan kita secara keseluruhan. Yang pada akhirnya juga berpengaruh pada tujuan utama kita untuk pergi ke tempat impian.

Tetap bekerja

Yah, biar bagaimanapun kita tetap harus menjalankan tugas kita sehari-hari. Yang bekerja tetap harus ke kantor, yang kuliah tetap harus ke kampus. Traveling hanyalah bagian kecil dari sebuah puzzle besar bernama kehidupan. Kita tetap harus hidup sebaimana mestinya. Lagipula, bagaimana kita akan mendapatkan uang untuk ongkos traveling kalau kita tidak bekerja?

Comments are closed.