Tiga Pelukis Pameran “Destination Lotus”

May 8th, 2016 | by Ida
Tiga Pelukis Pameran “Destination Lotus”
Art
0

Tiga perempuan pelukis bakal menggelar pameran bersama bertajuk “Destination Lotus” di Limanjawi Art House kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Ada 27 karya tentang bunga lotus atau seroja atau padma yang akan dipamerkan mereka di tempat ini,” kata Pengelola Limanjawi Art House Borobudur Umar Chusaeni di Borobudur, Sabtu.

Para pelukis itu, yakni Kartika Affandi, Dyan Anggraini, dan Yasumi Ishii berpameran di tempat yang berjarak sekitar 600 meter timur Candi Borobudur selama sebulan, 15 Mei hingga 15 Juni 2016.

Mereka, ujarnya, konsisten dalam berkarya dengan memiliki kepribadian karya masing-masing.

Ia menyebut bunga lotus erat kaitan dengan Candi Borobudur dan bahkan warisan budaya dunia itu juga dikenal bagaikan bunga lotus yang sedang mekar di tengah suatu telaga.

“Melalui karya-karya mereka, kami berharap dapat memberikan warna dan manfaat bagi perkembangan seni rupa di Borobudur, Magelang, dan sekitarnya, termasuk menyemarakkan suasana kepariwisataan di kawasan Candi Borobudur,” katanya.

Sejumlah karya mereka, antara lain berjudul “Borobudur Dalam Impianku”, “Lotus-Aku Kecewa”, dan “Lotus-Kehidupan yang Abadi” (Kartika Affandi), “Selembar Dongeng”, “Di Balik Kelambu”, “Spirit Budha”, dan “Energi Lotus” (Dyan Anggraini), “Catch the Power”, “All is Viniti#1”, “All is Viniti#2”, dan “Four Seasons” (Yasumi Ishii).

Pengajar Fakultas Seni Rupa dan Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Suwarno Wisetrotomo dalam catatan kurasi atas pameran mereka menyebut tiga perempuan pelukis tersebut sebagai “para petani lotus”.

“Mereka saya pahami seperti ‘para petani lotus’ dengan lahan subur, yakni pada hati mereka masing-masing. Mereka menanam harapan kebaikan melalui lukisan-lukisannya,” katanya.

Ucapan “lotus”, katanya, terasa indah, feminim, dan bermuatan spiritual. Bentuk lotus yang mekar, sering sebagai dasar pembentukan lambang berbagai institusi, terutama pendidikan, dan untuk tempat berpijak para dewa.

Oleh karena ciri khas bunga itu, katanya, mungkin lotus menjadi lambang kesucian dan spiritualitas.

Habitat lotus, ujarnya, juga sebagai hal yang menarik, antara lain hidup dalam gelimang air, menyebar dalam hamparan, dan berbunga dalam musim yang sama.

“Bunga lotus ‘hidup’ dalam ritme yang anggun, antara lain karena kuncup, mekar, rontok, dan menyisakan kelopak berlubang yang menyimpan biji tahan waktu. Secara visual tetap menarik dipandang,” katanya.

Ia mengemukakan tiga perempuan pelukis itu menempatkan lotus sebagai pusat orientasi dan sekaligus pokok imajinasi.

“Dari yang menangkap keindahan fisiknya kemudian melihat analoginya dengan subjek yang lain, dan menempatkan lotus sebagai pusat spirit sekaligus metafora,” katanya.

13173464_1267404689938155_3739647343507483610_o

Comments are closed.