11 Hal Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Mendaki Gunung

May 1st, 2016 | by Ida
11 Hal Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Mendaki Gunung
Nature & Adventure
0

Saat ini semakin banyak orang yang ingin merasakan serunya naik gunung. Mereka ingin menikmati indahnya sunsrise di puncak gunung yang akan memberikan kedamaian sejati. Menikmati alam Indonesia yang sungguh luar biasa indahnya. Ada banyak cerita yang dihasilkan dari sebuah pendakian. Lelah, keringkat, rasa pegal, emosi. Semua serasa tak sebanding dengan apa yang kita dapatkan

Sayangnya, masih ada beberapa pendaki yang menjadikan pendakian hanya sebagai ajang pamer untuk numpang eksis di sosmed, mereka tak menjaga kelestarian alam dan sering berbuat seenaknya sendiri ketika sedang naik gunung. Semoga kamu tidak seperti itu, ya

Berikut ini adalah 12 hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat sedang naik gunung.

 

1. Jangan Menganggap Remeh Medan Pendakian

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan para pendaki adalah menganggap remeh jalur pendakian karna merasa fisiknya cukup kuat. Semudah apapun jalur pendakian yang akan kamu lalui, sebisa mungkin untuk tidak menganggap remeh dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Sebelum kamu melakukan pendakian, sebaiknya mempelajari terlebih dulu kondisi medan pendakian. Apalagi jika baru pertama kali melakukan pendakian ke gunung tertentu. Kamu bisa mencari-cari referensi tentang kondisi medan di jalur pendakian melalui blog-blog pribadi di internet atau ngobrol sama teman yang sudah pernah melakukan pendakian gunung yang akan kamu tuju. Sekali lagi, jangan anggap remeh jalur pendakian.

 

2. Bawa Perlengkapan Yang Lengkap, Jangan Mengandalkan Teman

Orang-orang yang sedang melakukan pendakian gunung akan merasa senasib sepenangguan karna mereka memiliki tujuan yang sama: puncak gunung. Mereka akan dengan senang hati membantu pendaki lain apabila mengalami masalah dalam perjalanan.

Namun, bukan berarti kamu boleh mengandalkan bantuan dari orang lain. Kamu harus membekali diri kamu dengan perlengkapan yang selengkap mungkin. Terutama untuk perlengkapan pribadi seperti sleeping bag, obat-obatan pribadi, pakaian hangat dan pakaian ganti, jas hujan dll. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selama pendakian. Pendakin lain pastilah juga membutuhkan perlengkapan mereka sendiri untuk bertahan di lingkungan gunung. Jadi, kurangi resiko seminimal mungkin dengan membawa perbekalan selengkap mungkin.

 

3. Jangan Buang Sampah Sembarangan

Jangan ngaku kamu pecinta alam kalau masih membuang sampah di gunung!

Pecinta alam tak akan pernah merusakan alam dengan membuang sampah sembarangan. Sayangnya, masih ada saja segelintir pendaki yang masih cari enaknya saja, mereka tak mau membawa turun sampah yang sudah mereka bawa naik. Padalah, selain bisa merusak pemandangan, sampah juga akan membuat lingkungan di gunung menjadi tercemar.

So, jangan cemari lingkungan di gunung dengan tidak membuat sampah di gunung. Bawa turun semua sampah yang kamu bawa naik. Saat packing, usahakan untuk membawa beberapa kantong plastik kosong untuk tempat sampah. Jangan tinggalkan apapun di gunung kecuali jejak kaki.

 

4. Jangan Melakukan Aksi Vandal

Kamu tak butuh bukti apapun bahwa kamu telah mendaki gunung. Karna mendaki gunung adalah sebuah perjalanan hati yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup.

Masih banyak para pendaki gunung anarkis yang melakukan aksi vandal dengan menuliskan nama mereka atau komunitas tertentu pada batu-batu yang ada di gunung. Hal ini sangat tidak boleh dilakukan ketika mendaki gunung. Walau kelihatannya sepele, hal ini bisa memincu pendaki lain untuk melakukan hal yang sama dan akhirnya akan semakin banyak vandal-vandal yang merusak kondisi alami di gunung. Pernah ada seorang pendaki asal Indonesia yang melakukan aksi vandal ketika melakukan pendakian di gunung Fuji, Jepang. Hal ini sama sekali tak boleh ditiru.

 

5. Dilarang Mengambil Apapun Kecuali Gambar

Saat di gunung kamu tak boleh mengambil apapun kecuali gambar. Termasuk memetik bunga edelweis. Fyi aja, memetika bunga edelweis adalah sebuah tindakan ilegal saat mendaki gunung. Jika sampai ketahuan oleh petugas biasanya akan disuruh mengembalikan keatas

Selain bunga edelweis kamu juga tidak boleh mengambil benda-benda lain yang berada di gunung. Termasuk tamanan endemik yang tumbuh di kawasan gunung. Jadilah pendaki yang bijak

 

6. Jaga Perilaku dan Hindari Iseng Yang Keterlaluan

Sangat disarankan untuk menjaga sikap saat sedang mendaki gunung. Jangan sampai kita melakukan hal-hal bodoh — walaupun niatnya iseng — yang bisa mengganggu pendaki lain.

Hal-hal bodoh yang dimaksud antara lain mengubah petunjuk arah pendakian sehingga membuat pendaki lain berjalan ke arah yang salah. Ini bisa berakibat fatal!

Beberapa waktu lalu juga ada tindakan konyol dari pendaki yang mengubah arah alat yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas gunung Merapi sehingga alat yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas gunung tersebut menjadi tidak berfungsi. Pendaki sejati tidak akan melakukan hal-hal bodoh semacam ini.

7. Jangan Tinggalkan Teman Terlalu Jauh di Belakang

Walau tujuan dari mendaki gunung adalah bisa sampai ke puncak, namun bukan berarti kamu mengabaikan teman. Temanmu lebih berharga dari puncak gunung.

Setiap orang pastilah mempunyai kondisi fisik yang berbeda-beda. Saat mendaki gunung biasanya orang-orang akan menunjukkan ego pribadi. Bila temannya berjalan terlalu lambat, mereka tak sabar untuk menunggu. Sebaiknya, jaga jarak antar teman ketika mendaki. Jangan tinggalkan teman terlalu jauh dibelakang apalagi jika teman tersebut baru melakukan pendakian untuk yang pertama kali.

 

8. Kalau Mengalami Kejadian Aneh, Jangan Ceritakan Sampai Turun

Alam menyimpan begitu banyak misteri. Masing-masing gunung biasanya memiliki cerita sendiri-sendiri yang berkembang di masyarakat setempat. Hal ini sudah bukan rahasia umum lagi. Saat mendaki kita hanya butuh menjaga sikap sehingga tidak mengganggu “penghuni gunung”.

Jika mengalami sebuah kejadian aneh ketika sedang mendaki gunung, sebaiknya tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun. Tahan cerita tersebut dan ceritakan ketika kamu sudah selesai melakukan pendakian dan sudah berada di bawah. Ini adalah semacam kode etik para pendaki gunung.

 

9. Sebaiknya Tidak Membuat Api Unggun

Saat mendaki gunung sangat tidak disarankan untuk membuat api unggun. Membuat api unggun hanya boleh dilakukan saat camping ceria. Itupun dengan catatan bahwa api unggun dibuat di daerah yang cukup lapang dan jauh dari pohon.

Banyak yang berdalih bahwa api unggun dibutuhkan untuk mengangatkan badan. Menghangatkan badan bisa dilakukan dengan banyak cara antara lain membuat minuman hangat menggunakan kompor gunung atau parafin. Sebisa mungkin untuk tidak membuat api unggun saat mendaki gunung.

 

10. Jangan Mengabaikan Himbauan Petugas Dan Jangan Menjadi Pendaki Ilegal

Sebelum melangkahkan ke pintu gerbang pendakian, pastikan bahwa kamu sudah mendafarkan diri ke petugas. Jangan menjadi pendaki ilegal. Hal ini untuk kebaikanmu sendiri.

Beberapa gunung hanya boleh didaki sampai di area tertentu dan tidak boleh sampai ke puncak. Kalau ada himbauan agar tidak melakukan pendakian sampai ke puncak, sebaiknya jangan diabaikan karna pasti ada maksud tertentu dari himbauan tersebut. Bisa jadi, kondisi gunung yang terlalu aktif membuat petugas menghimbau pendaki untuk tidak melakukan pendakian sampai ke puncak.

11. Istirahat Terlalu Lama Akan Membuat Suhu Badan Sulit Naik

Walau mendaki gunung akan sangat melelahkan, kamu sebaiknya tidak break terlalu lama. Apalagi jika pendakian dilakukan pada malam hari. Beristirahat terlalu lama akan membuat suhu tubuh turun drastis dan sulit untuk dinaikkan kembali.

Istirahat lama sebaiknya dilakukan di area camping. Atau jika kamu memang sudah tidak kuat lagi dan ingin segera beristirahat, cari lokasi yang agak lapang untuk mendirikan tenda. Di dalam tenda kamu bisa beristihat dengan lebih leluasa.

Comments are closed.