Traveling Adalah Investasi, Bukan Pemborosan

April 14th, 2016 | by Ida
Traveling Adalah Investasi, Bukan Pemborosan
Travel
0

Dunia bergerak semakin cepat berkat perkembangan teknologi. Manusia — sebagai pencipta dan pengguna teknologi — juga dituntut untuk melakukan hal yang sama. Mau tak mau

Di dunia yang semakin menuntut dan kompetitif ini, semakin sulit bagi seseorang untuk mengambil waktu barang sejenak untuk break dari rutinitas. Ya, disadari atau tidak, kita telah ditekan dan dituntut untuk senantiasa bergerak. Tak cuma oleh atasan, tapi juga oleh waktu.

Dalam banyak kasus, traveling merupakan sebuah hal yang diimpikan oleh banyak orang. Ada yang sedari jauh-jauh hari sudah menentukan rencana untuk mengunjungi tempat impian ketika libur tiba. Ada juga yang memilih untuk “menghemat” uang dengan menikmati masa rehat dengan menonton tv di rumah, nonton di bioskop dll. Mereka yang memilih menghabiskan waktu liburan di rumah biasanya akan berasalan bahwa traveling itu boros, menghabiskan banyak uang.

Kalau mau direnungi lebih dalam dan membuka sedikit wawasan, traveling sebenarnya bukanlah merupakan pemborosan melainkan investasi. Return-nya memang bukan dalam bentuk nominal uang melainkan sesuatu yang intangiblenamun bisa dirasakan. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa traveling dapat memberikan efek positif bagi kesehatan dan kreatitifas.

Berikut ini adalah beberapa bukti bahwa traveling adalah sebuah investasi, alih-alih pemborosan

 

Beberapa study menunjukkan bahwa traveling baik untuk kesehatan

Sebenarnya, kita tak perlu jauh-jauh membicarakan riset jika ingin membuktikan bahwa traveling memiliki dampak positif bagi kesehatan. Secara kasat mata, kita bisa melihat bahwa orang yang sedang traveling terlihat begitu bahagia. Perasaan bahagia tentu akan membuat seseorang tak punya banyak tekananan sehingga kesehatannya lebih terjaga. Namun, jika ingin bukti yang lebih ilmiah, ada beberapa riset yang telah dilakukan oleh beberapa orang/badan yang punya kapabilitas di bidangnya.

Salah satunya adalah sebuah studi yang dilakukan oleh State University of New York yang membuktikan bahwa traveling bisa memperjanjang umur seseorang. Studi ini melibatkan 12.000 responden dan menemukan bahwa mereka yang sering traveling memiliki kesempatan hidup yang lebih lama. Studi ini menunjukkan bahwa traveling bisa mengurangi resiko kematian dini hingga 20%. Studi ini kemudian diperkuat oleh sebuah artikel di The New York Times yang menunjukkan bahwa jika kita tidak melakukan traveling rutin setiap tahun dapat meningkatkan resiko kematian dini hingga 21%.

 

Traveling membuat seseorang lebih kreatif

Yoris Sebastian pernah mendapat sebuah keluhan dari salah satu pembaca blog nya perihal daya kretivitas yang terus menurun hingga membuat si pembaca tadi merasa kurang produktif. Yoris kemudian menanyakan kepada pembaca tadi kapan ia terakhir kali liburan yang ternyata sudah cukup lama. Secara singkat, Yoris menyarankan pembacanya tadi untuk mengambil cuti dan menikmati waktunya dengan berlibur. Sosok sekelas Ridwal Kamil saja juga menjadikan traveling sebagai salah satu sumber inspirasi.

Pengalaman dan hal baru yang akan kita dapatkan dan jumpai selama traveling memang akan memberikan kita wawasan dan sudut pandang baru hingga akhirnya akan membuat pikiran kita menjadi lebih terbuka dan kreatif. Sedikit cerita tentang GoPro, action-camera kelas premium yang begitu disukai traveler di seluruh dunia. Nick Woodman, si pendiri GoPro, mendapatkan ide membuat kamera Go-Pro ketika sedang asik berselancar di Bali. Waktu itu, ia ingin merekam aksinya ketika sedang berselancar. Namun, ia tak menemukan perangkat kamera yang pas yang sesuai dengan kebutuhannya. Hingga lahirlah ide membuat kamera GoPro.

Beberapa penulis juga menjadikan traveling sebagai media untuk meningkatkan kreatitivitas sekaligus mencari inspirasi. Mark Twain, salah satu penulis besar asal Amerika, mendapatkan banyak inspirasi ketika melakukan perjalanan menjelajahi Mediterania. Hasil dari perjalanan Mark Twain di Mediterania adalah sebuah buku yang berjudul Innocents Abroad.

Di level nasional, ada juga sebuah buku yang terinspirasi dari kisah perjalanan penulisnya, yakni novel 5cm. Novel yang dirilis tahun 2005 dan tercatat sebagai salah satu novel paling laris di Indonesia itu terinspirasi dari pengalaman Donny Dhirgantoro saat melakukan perjalanan ke Gunung Semeru bersama teman-temannya.

 

Most of all, traveling membuat kita bahagia

Coba lihat dan perhatikan, adakah orang-orang yang sedang traveling terlihat murung atau sedih? Sepertinya tidak ada. Semua orang yang sedang traveling selalu merasa bahagia. Dan rasa bahagia akan membuat kita menjadi awet muda, jauh dari penyakit dan membuat orang lain lebih nyaman.

 

Comments are closed.