Legislatif dan LSM Minta Evaluasi Candi Borobudur Harus Matang

April 8th, 2016 | by Ida
Legislatif dan LSM Minta Evaluasi Candi Borobudur Harus Matang
News
0

Kalangan legislatif dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menilai adanya evaluasi paket sunrise dan jam kunjungan ke Candi Borobudur, pasca beredarnya video parkour, sebagai sebuah hal yang wajar.

Mereka juga meminta agar pengawasan di Candi Borobudur lebih diperketat pasca evaluasi itu.

“Kami kira evaluasi di kalangan tiga instansi pengelola Candi Borobudur adalah sebuah keharusan menyikapi dinamika ini. Yang terpenting, setelah itu, tidak kecolongan lagi hal-hal semacam ini,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Sakir.

Sakir menjelaskan, adanya video parkour yang cukup kontroversial ini menampar keras wisata di Candi Borobudur.

Meskipun, Pemerintah Kabupaten Magelang tidak andil dalam pengelolaan di candi yang dibangun di masa Raja Samaratungga ini, namun, wisata di wilayah ini menjadi tercoreng.

“Tentu saja, menjadi tercoreng, karena Candi Borobudur bukan hanya milik Indonesia namun juga dunia,” kata Sakir.

Untuk evaluasi paket sunrise dan juga jam berkunjung, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Untuk Transparansi Kebijakan (Gemasika) Kabupaten Magelang, Iwan Hermawan, menyebut hal tersebut harus dikaji secara mendalam dan matang.

Jika memang bermanfaat dan menjadikan Borobudur lebih baik, maka, keputusan ini bisa dipertimbangkan.

Sementara itu, Abet Nugroho, salah satu tokoh pemuda di Borobudur juga memandang evaluasi paket sunrise dan juga jam berkunjung di Borobudur menjadi sebuah hal yang perlu dipikirkan.

Dari sisi wisata, banyak wisatawan yang ingin mengabadikan momen terbaik matahari terbit dari dekat stupa. Namun, di sisi lain, pengawasan juga harus benar-benar diperketat.

“Untuk jam berkunjung, saya kira juga harus dipertimbangkan masak. Jangan sampai wisatawan merasa dibolak-balik dengan hal ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB), Marsis Sutopo menyebut, akan ada evaluasi mengenai paket sunrise dan juga jam masuk pengunjung pertama kali di candi peninggalan dinasti Syailendra ini.

Rumusan evaluasi ini, merupakan salah satu poin dalam pertemuan tertutup antara tiga instansi seperti Balai Konservasi Borobudur (BKB), PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) dan Hotel Manohara.

Pertemuan ini berlangsung, Selasa (29/3) untuk menyikapi permasalahan yang berkaitan dengan pembuatan video Red Bull.

sumber: tribun news

Comments are closed.