Desa Wisata Candirejo Diperkaya Omah Pring

March 30th, 2016 | by Ida
Desa Wisata Candirejo Diperkaya Omah Pring
Restaurants
0

Desa Wisata Candirejo di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang diperkaya dengan destinasi wisata baru berupa Omah Pring. Diharapkan, makin wisatawan Borobudur yang singgah ke desa wisata.

Hal yang menarik Omah Pring ini dibangun di tepi Kali Progo, sehingga memiliki pemandangan yang indah dan nyaman. Wisatawan bisa menikmati wisata baru berupa raftingbambu untuk menyusuri alur Kali Progo.

”Sesuai namanya Omah Pring kami buat seluruhnya dari bahan bambu. Ini bisa menjadi rest area, kuliner, dan pertemuan sehingga mendukung wisata desa,” kata penggagas Omah Pring Anung Sujatmiko. Ketua Koperasi Desa Wisata Candirejo Tatag Sariawan mengatakan, kunjungan wisatawan semakin meningkat.

Saat ini pendapatan koperasi dari turis sudah menembus angka Rp 600 juta setahun. ”Kami mengelola desa wisata satu pintu. Objek yang digemari adalah keliling kampung naik dokar dan mengunjungi UKM dan pertanian. Omah Pring akan memperkaya destinasi kami,” kata Tatag.

Nilai Manfaat

Omah Pring ini diresmikan Ketua DPRD Magelang Saryan Adi Yanto bersama akademisi UKSW Salatiga Eko Suseno dan peneliti UGM Widyastuti serta ratusan pelaku wisata.

Menurut Saryan, destinasi desa wisata perlu diperbanyak namun harus dikelola dengan adil, transparan serta memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Ia berpesan agar koperasi desa wisata bisa memberdayakan seluruh potensi dan terus menggali potensi lain untuk pengembangan wisata berbasis masyarakat.

”Masyarakat harus welcome terhadap wisatawan. Berkembang atau tidak tergantung bagaimana pengelolaan desa wisata. Koperasi haruss mampu mengakomodasi sama adilnya. Jangan sekedar mengeksploitasi desa,” ujar Saryan. Peneliti UGM Widyastuti mengungkapkan, jenis wisata yang cocok di desa wisata adalah eco tourism.

Untuk itu, ia mendorong Desa Wisata Candirejo mengembangkan wisata budaya dan kekayaan alam. ”Magelang punya banyak acara budaya seperti merti desa dan merti dusun. Kearifan lokal ini adalah aset wisata. Jika mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, maka harus memperhatikan kearifan lokal,” jelas dia.

sumber: suara merdeka

Comments are closed.