Kekayaan Wisata Alam Di Balik Kemegahan Candi Borobudur

March 27th, 2016 | by Ida
Kekayaan Wisata Alam Di Balik Kemegahan Candi Borobudur
Nature & Adventure
0

Banyaknya destinasi wisata di Kabupaten Magelang memang

menjanjikan. Selain wisata cagar budaya, wilayah ini juga memiliki

banyak sekali potensi alam yang memukau dan eksotis.

Meski tidak kalah dengan daerah lain, potensi wisata ini

tidak akan bisa berkembang dengan pesat

jika tidak didukung peran serta dari masyarakat sekitar.

Berikut ini sejumlah destinasi wisata yang akan sangat sayang sekali

bila dilewatkan selain Candi Borobudur. Wisatawan, jangan sampai

tidak mengunjungi tempat-tempat ini jika sampai Magelang ya.

Air Terjun Curug Silawe

Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang

Kabupaten Magelang merupakan salah satu daerah

yang memiliki kekayaan alam dan pariwisata. Tidak

kurang dari 10 air terjun dengan mata air yang masih

asli tersebar di wilayah ini.

Air Terjun Curug Silawe menjadi salahsatu yang

patut didatangi. Destinasi wisata ini masih terpelihara

dengan keasrian lokasi dan kawasan sekitarnya.

Untuk dapat mencapai lokasi air terjun,

pengunjung tidak perlu bersusahpayah. Pasalnya, akses

jalan menuju tempat ini sudah relative memadai dan

bagus sehingga baik kendaraan roda dua maupun roda

empat dapat menjangkau lokasi dengan mudah.

Konon, asal mula nama Curug Silawe berasal

diambil dari nama laba-laba, atau yang lebih dikenal

dengan nama Lawe dalam Bahasa Jawa. Dahulu, air

terjun tersebut banyak dihuni oleh laba-laba sehingga

dinamai Curug Silawe atau air terjun laba-laba.

Air terjun ini diketahui memiliki ketinggian 50

meter di atas permukaan air laut. Udara sejuk dari

Gunung Sumbing yang berada di sisi Utara air terjun

ini membuat pengunjung betah berada di sini. Apalagi

pemandangan di sekitar lokasi juga diperlengkap

dengan adanya hutan pinus yang rimbun.

Air Terjun Kedung Kayang

Paduan Eksotisme dan Legenda Alam

Satu lagi spot istimewa untuk melepas kepenatan

dari hingar bingar perkotaan dan juga kesuntukan

pekerjaan adalah air terjun Kedung Kayang. Air terjun

yang menyimpan eksotisme dan mitos yang cukup luar

biasa ini bisa menjadi obat pelepas penat.

Air terjun Kedung Kayang berada di Wonolelo,

Kecamatan Sawangan, sebagian arealnya juga masuk

di Jrakah, Selo, Boyolali. Untuk mencapainya pun cukup

mudah bisa ditempuh dengan sepeda motor dalam

waktu 10 menit dari Gardu Pandang Ketep Pass.

Adapun, untuk mencapai tempat ini hanya dengan

menemukan sebuah gapura yang berada di Wonolelo.

Wisatawan kemudian bisa menempuh perjalanan

dengan jalan kaki sepanjang kurang lebih 650 meter.

Jalannya memang masih sangat kecil, namun, sensasi

alam dan tantangannya cukup luar biasa.

Perjalanan yang cukup lumayan terobati

dengan kesegaran air terjun yang mengalir deras

dari ketinggian 40 meter. Menurut pengelola, air ini

merupakan pertemuan aliran air dari sungai Pabelan

dan juga sungai lain di dua Gunung, Merapi dan

Merbabu.

Aliran ini turun menuju ke timur yakni, daerah

Dusun Tumpang-Talun dan bergabung dengan air

Sungai Apu, Senawa dan Trising yang merupakan

sungai-sungai Merapi. Bebatuan besar dan pasir yang

melimpah menjadi ciri khas aliran sungai ini.

Wisatawan juga hanya bayar Rp 4.000 untuk bisa

menikmati air terjun yang memiliki mitos menarik ini.

Bagi sebagian warga yang percaya, Kedung Kayang,

yang merupakan salah satu ruas sungai Pabelan,

dianggap sebagai berkah.

Konon, menurut ceritanya, terbentuknya Kedung

Kayang tak lepas dari cerita tiga empu yang beradu

kesaktian, yakni Mpu Panggung, Putut dan Khalik.

Mereka percaya pada Kyai Gadung Melati dan Nyai

Widari Widari Welas Asih sebagai pelindung Kedung.

Kedung adalah kata dari bahasa Jawa yang berarti

ceruk atau relung, Kayang diberikan sebagai gambaran

tegaknya asal air terjun. Diceritakan ketiga empu ini

melempar telur ke arah kedung, melewati sambaran

air terjun, Barangsiapa yang telurnya berhasil sampai

kedung tanpa pecah, dialah yang menang.

Tidak ada satupun yang berhasil, cangkang telur

hilang dan berubah menjadi mata air yang kini sering

digunakan untuk bertapa. Airnya jernih, dingin dengan

udara sejuk. Percaya atau tidak dengan mitos ini,

namun secara alamiah, air terjun yang ada di tebing

lava beku hasil erupsi vulkanik Merapi jutaan tahun lalu

ini cukup eksotis.

Kedung Kayang cocok menjadi tempat wisata alam

yang menenangkan pikiran. Mitos tentang sumber

mata air baru di Kedung Kayang semakin menguatkan

berkah sungai Pabelan.

Air Terjun Sekar Langit

Obyek Wisata Alam di Kaki Gunung Andong

Air terjun Sekarlangit di aliran sungai Dari kaki

Gunung Andong, desa Telogorejo Kecamatan Grabag

Kabupaten Magelang, salah satu obyek wisata alam

yang menarik. Dengan ketinggian lebih kurang

900 meter di atas permukaan laut, udaranya cukup

sejuk. Untuk menuju ke air terjun, dari tempat parkir

pengunjung harus berjalan kaki menapaki jalan yang

cukup sejuk di bawah rimbunnya rumpun-rumpun

bambu. Jalan ini sepanjang 500 meter dengan lebar 1,5

– 2 meter ini telah diperkeras dengan pasangan paving.

Air terjun ini berundak dengan ketinggian 25 meter.

Lokasinya tidak jauh dari jalan Grabag – Ngablak. Dari

kota kecamatan Grabag hanya 4 kilometer ke arah

timur, melewati desa Tirto.

Hal yang perlu diperhatikan oleh pengunjung

obyek wisata Air Terjun Sekarlangit, bila cuaca

mendung apalagi hujan di bagian hulu sungai Daru,

diharapkan untuk waspada terhadap bahaya banjir

yang tiba-tiba bisa datang melanda. Lebih lebih bagi

para pengunjung yang mandi di bawah air terjun.

Demi keselamatan dan keamanan pengunjung pihak

pengelola obyek wisata ini telah memasang papan-papan

peringatan bagi pengunjung.

Air terjun Seloprojo

Indahnya panorama alam di kaki gunung Telomoyo

Obyek wisata alam air terjun di desa Seloprojo yang

berada di kaki barat gunung Telomoyo. Di lokasi ini ada

dua yaitu air terjun Sumuran dan air terjun Ngesong.

Air terjun Sumuran dengan tinggi 25 meter, karena

lokasi lebih mudah dijangkau lebih banyak dikunjungi

wisatawan. Sedangkan air terjun Ngesong yang

tingginya 30 meter, berada lebih ke hulu sehingga

relatif lebih sulit dijangkau, dan jarang pengunjung

yang ke sana. Kedua air terjun tersebut letaknya agak

jauh dari perkampungan. Sehingga, para pengunjung

harus berjalan kaki melewati jalan setapak yang

sudah diperkeras dengan paving sejauh + 500 meter

dari tempat penitipan sepeda motor. Sedangkan

untuk parkir mobil pengunjung yang berada di

perkampungan, belum ada tempat khusus. Tempat

parkir sepeda motor luasnya sudah tidak memadai lagi

dengan jumlah kendaraan pengunjung. Menghirup

udara segar dan sejuk dengan gemericik suara air di

obyek wisata alam ini merupakan kepuasan tersendiri

bagi pengunjung obyek wisata alam ini. Disamping itu,

pemandangan alam pegunungan di sini cukup indah

dengan warga desa yang ramah.

Dari Grabag obyek wisata ini sejauh 7 kilometer,

lewat desa Tirto, Telogorejo dan Pagergunung. Dengan

ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut,

udara di obyek wisata ini cukup sejuk, dan kadangkala

berkabut.

Meski lokasinya jauh di pelosok gunung, obyek

wisata air terjun Seloprojo sudah dikenal sebagai obyek

wisata alam yang menarik. Setelah dikembangkan

dengan membangun sarana jalan menuju ke lokasi air

terjun dan fasilitas untuk wisatawan seperti tempat

parkir dan toilet, banyak pengunjung yang berekreasi

ke sini. Pada tahun 2008 tercatat ada 1.337 orang

berkunjung ke sini. Jumlah ini terus meningkat dari

tahun ke tahun, dan pada tahun 2015 yang lalu tercatat

ada 4.391 orang berwisata ke Seloprojo.

img_24252

Comments are closed.