Pemerintah Perlu Ambil Tindakan Hukum terkait Video Parkour di Borobudur

March 23rd, 2016 | by Ida
Pemerintah Perlu Ambil Tindakan Hukum terkait Video Parkour di Borobudur
News
0

Terkait iklan komersial produk minuman Red Bull yang memperlihatkan aksi parkour di Candi Borobudur, pemerintah diminta serius menyikapi masalah ini.

“Sudah selayaknya Pemerintah Indonesia maupun Badan Dunia UNESCO menyikapi kasus ini dengan menempuh jalur Hukum. Disebabkan adanya dugaan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara sengaja,” ujar Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA), Jhohannes Marbun dalam keterangannya Selasa (22/3/2016).

Kasus iklan komersial Red Bull di Borobudur, menurutnya jelas melanggar Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang dalam pasal 92 menyebutkan bahwa, setiap orang dilarang mendokumentasikan Cagar Budaya baik seluruh maupun bagian-bagiannya untuk kepentingan komersial tanpa seizin pemilik dan/atau yang menguasainya.

Selanjutnya dalam pasal 111 dijelaskan setiap orang yang tanpa izin pemilik dan/atau yang menguasai, mendokumenfasikancagar budaya sebagaimana dimaksud Pasal 92 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.500.000.000,- (lima ratus juga rupiah).

Candi Borobudur adalah Cagar Budaya juga Warisan Dunia yang terdaftar dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.

“Kasus ini juga memberikan pembelajaran bahwa sistem keamanan borobudur sangatlah rentan dan harus di evaluasi, termasuk keberadaan Hotel Manohara yang diduga dijadikan sebagai tempat persinggahan untuk menjalankan aksi tersebut,” tambahnya.

Video yang pertama diunggah di akun facebook Red Bull tersebut sendiri saat ini sudah dihapus disertai permintaan maaf dari produk minuman dengan lambang dua banteng tersebut.

Comments are closed.