Menilik Kampung Pengrajin Bambu di Kebonsari

January 23rd, 2016 | by Ida
Menilik Kampung Pengrajin Bambu di Kebonsari
Art
0

Desa Kebonsari adalah salah satu desa yang menjadi batas antara Kecamatan Borobudur dan Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Jarak Kebonsari hanya sekitar 6,1 km dari Candi Borobudur, bisa ditempuh selama kurang lebih 12 sampai 15 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Pak Banjar merupakan seorang pengrajin yang memproduksi kerajinan pulpen bambu. Menurut beliau, penjemuran adalah proses yang pertama kali dilakukan dalam proses pembuatan pulpen bambu. Bambu tersebut biasanya disetor dari para pengepul. Satu ikatnya sekitar Rp 15.000,- sampai Rp 25.000,-, tergantung harga pasar. Setelah dijemur, bambu-bambu yang telah kering tersebut kemudian disortir dan dipotong dengan ukuran tertentu. Proses berikutnya adalah direbus dan dibersihkan. Kemudian, bambu dikeringkan dan dibuat pola sesuai bentuk yang diinginkan. Langkah berikutnya adalah bambu dibor dan distel. Selanjutnya, proses pembuatan kerajinan pulpen bambu akan diakhiri dengan pengisian pena, dihias dan dikemas.

Selain pulpen, pengrajin di Kebonsari juga terus berinovasi membuat berbagai produk kerajinan lainnya dengan bahan baku bambu. Produk yang sudah dipasarkan diantaranya adalah gelang, gantungan kunci, dan hiasan pintu.

Pengrajin di Kebonsari juga sering menerima pesanan dari beberapa obyek wisata di Indonesia selain Candi Borobudur. Bahkan produk kerajinan yang mereka produksi juga sering diekspor ke Malaysia dan Brunei Darusalam. Melihat proses yang dilalui para pengrajin, saya tertegun kagum. Di beberapa daerah bambu diperlakukan layaknya rumput, namun dengan ketelatenan dan penuh kreativitas di Kebonsari ternyata bambu mampu menghasilkan pundi-pundi uang.

sumber: kompasiana

Comments are closed.