Soekarno dan Sepeda

December 7th, 2015 | by Ida
Soekarno dan Sepeda
Culture
0

pak soekarno naik sepeda
Dahulu, para pemimpin bangsa ini dekat dengan sepeda untuk menyapa masyarakat guna mendengarkan aspirasi. Dengan bersepeda, mereka keliling ke pelosok-pelosok desa untuk melihat kondisi masyarakat.
Tokoh pendiri bangsa yang akrab dan hobi bersepeda, salah satunya adalah Soekarno. Pergolakan pemikirannya tentang ‘’Marhaein’’ juga tak lepas dari sepeda. Dalam sebuah buku, ‘’Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia’’ yang ditulis Cyndi Adams, menceritakan tentang sosok Soekarno yang hobi bersepeda.
Soekarno bersepeda untuk menjumpai para petani, buruh, dan masyarakat Indonesia yang miskin saat itu. Kemudian tercetuslah sebutan ‘’Marhaen’’ bagi mereka yang miskin dan termarjinalkan. Bagi Soekarno, tak sulit menemukan derita rakyat yang ada di sawah, tegalan, atau di jalanan. Dengan bersepeda, dia bisa bercengkerama dengan masyarakat, sehingga tahu apa yang mereka alami dan derita yang dirasakan.
Bagi para penggemar sepeda tua, sosok presiden pertama negeri ini sudah tak asing lagi. Banyak fotonya terpampang dengan gagah saat bersepeda. Termasuk juga foto yang populer, yakni saat Soekarno berdua bersepeda bersama Fatmawati, istrinya.
Ketua Komunitas Sepeda Kuno VOC Magelang, Bagus Priyana, mengatakan tokoh Soekarno melekat dengan para penggemar onthel. Presiden pertama RI ini dianggap telah memberikan semangat dan inspirasi kepada para onthelis.
Salah satu bentuk kesetiaan mereka kepada Soekarno dan para pahlawan yang dahulu menggunakan sepeda, komunitasnya mengenakan seragam seperti pada zaman penjajahan dahulu. Semua itu dilestarikan untuk tetap menyerap nilai-nilai kepahlawan pada para tokoh pendiri bangsa.
Dalam idustri pariwisata, sepeda kuno juga menjadi ‘produk’ yang diminati para wisatawan. Salah satu yang dijalankan komunitas VOC Magelang adalah bekerjasama dengan Hotel Sriti, yakni dengan membuatkan paket City Tour menggunakan sepeda tua.
Para wisatawan diajak keliling Kota Magelang untuk melihat bangunan-bangunan kuno, seperti napak tilas mempelajari sejarah. Paket ini biasanya mengunjungi Museum Diponegoro, Soedirman, dan Bumi Putra. Juga ke beberapa museum lain yang terkait dengan sejarah Indonesia.
Di Borobudur, paket wisata sepeda juga beragam. Di antaranya adalah paket wisata sepeda tua dan sepeda gunung. Para pelaku wisata di sini, mengemas perjalanan wisata menggunakan sepeda yang menarik, misalnya untuk mengunjungi desa-desa wisata di kaki perbukitan Menoreh.

Comments are closed.