Semangat Kusir Andong Belajar Bahasa Inggris

December 7th, 2015 | by Ida
Semangat Kusir Andong Belajar Bahasa Inggris
Culture
0

naik andong
SERINGKALI para kusir andong di Borobudur mengandalkan guide untuk melayani para wisatawan mancanegara. Tak jarang ketika mendapatkan penumpang, pelayanan menjadi kurang maksimal hanya karena terkendala bahasa. Jika para kusir mahir berbahasa Inggris, maka para turis asing akan lebih ‘terlayani’ secara maksimal ketika keliling Borobudur.
Baru-baru ini, agar bisa mandiri dalam melayani para turis asing, mereka diajari bahasa Inggris. Pada tahap awal, sedikitnya 25 orang kusir andong yang biasa mangkal di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur mengikuti pelatihan bahasa Inggris. Mereka dilatih oleh Klaster Desa Bahasa Spec selama lima hari. Penyelenggara kegiatan ini Destination Management Organization (DMO) Borobudur dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (PT TWCBPRB).
“Melalui pelatihan bahasa Inggris, kami berharap para kusir andong dapat melayani para wisatawan mancanegara dengan baik. Dengan begitu, para wisatawan akan lebih nyaman dan mengenal lebih jauh tentang kawasan Borobudur. Sehingga, mereka bisa tinggal lebih lama di sini,” kata Dirut PT TWCBPRB Purnomo Siswoprasetjo, saat membuka pelatihan bahasa Inggris di Desa Ngargogondo, Borobudur, Juli 2013.
Pelatihan bahasa Inggris ini, lanjut dia, menjadi salah satu kunci penting untuk pengembangan kawasan. Baik dan buruknya pencintraan Borobudur, salah satunya ditentukan oleh para kusir andong yang setiap hari melayani para wisatawan. Sebelumnya, kelompok pengelola homestay, pedagang kaki lima, pengrajin dan pedagang suvenir juga mendapatkan pelatihan bahasa Inggris.
Kasubdit Destinasi Pengembangan Pariwisata Kemenparekraf Torang Nasution mengatakan, sejak pemerintah menetapkan wilayah sekitar Candi Borobudur sebagai kawasan strategis nasional (KSN), maka wajib hukumnya bagi semua pihak untuk mendukungnya. Bahkan, pihaknya telah mengawalinya dengan sejumlah kegiatan untuk menyamakan persepsi dalam pembangunan Borobudur ke depan.
“Pada intinya, KSN harus kita dukung bersama. Di antaranya dengan meningkatkan SDM seperti ini. Mengerti bahasa Inggris menjadi penting, supaya wisatawan bisa berkomunikasi dengan baik terhadap warga desa yang dikunjungi,” ujar Torang di Borobudur.
Ketua DMO Borobudur Kirno Prasojo mengatakan, program ini murni merupakan usulan dari masyarakat. Mereka menyadari, bahwa pelaku wisata wajib menguasai bahasa internasional. “Ketika mereka lancar berkomunikasi dengan para turis asing, melayani dengan maksimal, tentu akan mendapat kesejahteraan dari itu semua. Dan yang terpenting, adalah melayani para tamu dengan maksimal sehingga betah tinggal lebih lama di Borobudur,” ujarnya.
Kirno berharap, seusai pelatihan para kusir andong akan terus meningkatkan kemampuannya dengan belajar mandiri. Atau belajar dengan orang yang lebih pintar, sehingga kemampuan berbahasa Inggrisnya semakin meningkat.

Comments are closed.