Kampanye Pelestarian Lingkungan Melalui Seni

December 7th, 2015 | by Ida
Kampanye Pelestarian Lingkungan Melalui Seni
Culture
0

Ketika kondisi alam di kawasan Merapi dan Merbabu dirusak dan satwa diburu, mengundang keprihatinan tersendiri bagi seniman Sujono (40). Protes dan perlawanannya dalam bentuk sebuah karya seni pertunjukan.
Dua karya yang menjadi bagian dari protes kerusakan lingkungan itu, yakni Tari Topeng Saujana dan Kukilo Gunung. Dari dua tarian itu sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuatan pemodal yang melakukan eksplorasi alam tanpa mempedulikan kelestarian lingkungan.
Misalnya tari Kukilo Gunung, menceritakan spesies burung yang semakin punah. Kostum yang digunakan penari, melambangkan sebuah burung. Menggunakan mahkota seperti kepala burung, bersayap dan tubuh penarinya dibalut make up warna-warni.
“Saya merasa prihatin di lereng Gunung Merapi dan Merbabu kerusakan lingkungannya parah. Penambangan salah satu menjadi penyebab kerusakan alam, sumber air banyak yang sudah mati dan spesies burung hampir punah,’’kata Sujono yang juga tokoh Komunitas Lima Gunung.
Keprihatinan itu kemudian diekspresikan dalam bentuk sebuah karya, salah satunya Kukilo Gunung. Menurutnya, pesan moral disampaikan dalam tarian itu, mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Dia menceritakan, ‘’Kukilo’’ artinya burung sehingga jika diartikan burung yang berada dalam ekosistem kedalaman hutan di gunung. Akibat ulah manusia, ekosistem disana rusak dan menurutnya, harus ada penyadaran bersama agar kerusakannya tak semakin sporadis
pak jono

Karya yang tak kalah menariknya, dicipta pada 2007 adalah tari Topeng Saujana. Kostum yang digunakan melambangkan berbagai spesies serangga dan semut. Gerakannya juga demikian, menceritakan sebuah kekuatan persaudaraan semut dan perjuangan serangga.
’’Ketika lingkungan sudah timpang, serangga, belalang dan semut menjadi musuh petani. Karena ekosistem mereka sudah terampas dan petani yang terkena dampaknya, maka dari itu tarian ini juga memiliki pesan tentang pelestarian lingkungan, ’’kata seniman yang tinggal di Keron, Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Dia berharap karyanya itu bisa mengena di hati masyarakat. Meski langkah yang dilakukannya itu sederhana, tapi setidaknya memiliki pesan moral yang kuat mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan alam.
Menurutnya, kawula muda yang merupakan generasi penerus kehidupan di dunia harus memiliki cara berfikir yang positif terhadap lingkungan. Salah satunya dibangun melalui media seni, agar terjadi penyadaran secara komunal untuk kelestarian alam.Menurutnya, kawula muda yang merupakan generasi penerus kehidupan di dunia harus memiliki cara berfikir yang positif terhadap lingkungan. Salah satunya dibangun melalui media seni, agar terjadi penyadaran secara komunal untuk kelestarian alam.
Karya Jono yang paling fenomenal adalah patung Gus Dur berjudul ‘’Gladiator Gus Dur’’. Mengambarkan sosok Guru Bangsa ini sebagai petarung, pejuang demokrasi dan hak asasi manusia. Patung ini menggabungkan sosok semar dengan Gus Dur.Pada 2011 Jono juga memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesi (MURI) melalui produk patung ‘’Loro Blonyo’’ sebagai patung terbesar yang pernah ada. Sekarang patung itu disimpan di Galeri Unik dan seni Borobudur (Gusbi). Pencapaian prestasi itu setidaknya dia patut mendapatkan predikat sebagai seniman multitalenta.
tari semut

Comments are closed.